CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 23 Desember 2010

Sajak KEMATIAN

Oleh : Siti Hasanah



Wahai ruh...
Telah kau saksikan seorang hamba meregang nyawa
Melepaskan apa yg pernah dia nikmati
Meninggalkan apa yg ia cintai
Meninggalkan apa yg telah menjadi miliknya

Wahai ruh...
Aku tak pernah mengetahui apa yg terjadi dengannnya
Bagaimana ia mengalami sakaratul maut menjemputnya
Bagaimana detik - detik menjelang kematiaanya
Apa yang ia rasakan ?
Apa yang ia lihat ?
Apa yg dia pikirkan saat itu ?

Wahai ruh....
Kubayangkan keadaanku seperti dia
Kubayangkan saat Izrail datang menghampiriku
Bagaimana ketika ia mendatangiku
Bagaimana ketika ia menarik ruhku
Apa dengan cara perlahan - lahan?
Apa dengan cara yg sangat kasar?
Apa yg akan kurasakan wahai ruh?
Saat engkau pergi meninggalkan jasadku

Wahai ruh...
Ketika kematian menjemputku
Ketika aku tinggalkan dunia dgn berbagai macam fitnah
Bagaimana dengan orang2 yg mencintai dan kucintai
Menangiskah mereka?
Atau bahagiakah mereka setelah kepergianku
Apa mereka mengingat aku?
Atau mereka melupakan aku
Apa mereka mengirimkan untukku doa2 indahnya?
Atau mereka mengirimku dengan amarah dan cacian

Wahai ruh...
Aku tau aku akan sendirian disana
Aku tau tak ada yg mau menemaniku dialam sana
Tempat yg sangat gelap gulita
Tempat dimana akan menjadi pengistirahatanku yang panjang

Wahai ruh...
Jika amal ku datang menghampiriku
Bagaimana bentuk wajahnya
Apa dia datang dengan wajah senyum dan berseri?
Atau ia datang dengan wajah hitam legam dengan aroma tak sedap
Dan Malaikat itu....
Apa yg akan dia tanyakan kepadaku?
Mampukan aku menjawabnya?
Atau pukulan gada yg aku terima

Wahai ruh...
Apa yg terjadi dgn jasadku?
Jika ia memendamku dengan tujuh puluh hasta
dan ia bangkitkan aku kembali
dan ia akan terus memendam dan membangkitkan ku kembali
Hancur sudah badanku, sempurna lg, hancur lagi...

Wahai ruh...
Ketika aku dibangkitkan....
Dalam keadaan apa aku menghadapNYA?
Dengan wajah tertunduk penuh hina?
Atau dengan wajah putih berseri
Ketika aku digiring berjalan
Kemana aku ditempatkan
Apa jalanku lurus menuju neraka?
Atau jalan lurus menuju surga
ketika aku haus dahaga
Apa yg aku minum?
Dari mata air yang sangat panas?
Atau dari telaga yg indah
Ketika Aku lapar
Apa yg aku makan?
Dari buah yg mengandung duri dan panas
Yg panasnya menghancurkan daging2 ditubuhku
Atau dari sari makanan yg manis

Ya Robb Ya Rahman Ya Rahim.....
Aku tak sanggup membayangkan keadaanku sendiri
Aku tak akan sanggup menanggung siksa yg amat pedih
Aku tak sanggup menghadapi siksa kuburMU
Aku tak sanggup menyaksikan betapa berat timbangan dosaku
Aku tak sanggup meniti titian shirotol mustaqim
Aku tak sanggup saat ENGKAU lemparkan tubuhku kedalam nerakaMU

Ya Robb...
Kasihani aku, sayangi aku
Jangan biarkan aku ,menceburkan diriku sendiri kedalam nerakaMU

Ya Robb...
Ampuni segala dosa dan kehilafanku...
Ampuni segala maksiat yg telah menjadi bagian hidupku
Ampuni nafsuku yg melebihi batas

Ya Rosululluh..
Tolong aku dengan SyafaatMu
Kasihani aku ...
Karena aku tau Engkau amat mencinta ummatMu.

Ya Robb...
Ijinkan Aku bersama orang2 yg ENGKAU cintai...
Ijinkan aku mengikuti orang2 yg ENGKAU sayangi...
Karena akupun tau...
Bahwa kita akan bersama orang yg kita cintai...


Pisangan Baru, 13 Desember 2010

View Image

Selasa, 21 Desember 2010

Yang Terlupa Dalam Menuntut Ilmu


View Image

Bertahun-tahun sudah kita luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. Suka duka yang dirasakan juga begitu banyak. Mengingat masa lalu terkadang membuat kita tersenyum, tertawa dan terkadang membuat kita menangis. Inilah kehidupan yang harus kita jalani. Kehidupan sebagai seorang thalibul’ilmi. Akan tetapi, mungkin kita sering melupakan, apakah ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang bermanfaat ataukah sebaliknya.

Penulis teringat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang bernama Zaid bin Arqam radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
Artinya: “Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah merasa kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim No. 6906 dan yang lainnya dengan lafaz-lafaz yang mirip)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja, yang dijamin oleh Allah untuk menjadi pemimpin Bani Adam di hari akhir nanti, sangat sering mengulang doa-doa ini, apalagi kita, yang sangat banyak berlumuran dosa, sudah seharusnya selalu membacanya.
Mengetahui ciri-ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat sangatlah penting. Oleh karena itu, berikut ini penulis sebutkan beberapa ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat yang penulis ambil dari kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf.
Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang:
  1. Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah.
  2. Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk.
  3. Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia.
  4. Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia.
  5. Senantiasa didengar doanya.
  6. Ilmu itu senantiasa berada di hatinya.
  7. Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan.
  8. Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian.
  9. Selalu mengharapkan akhirat.
  10. Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian.
  11. Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan ahlussunnah. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah, bukan untuk kepentingan pribadinya.
  12. Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya.
  13. Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak bisa menyaingi martabat mereka.
  14. Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sesungguhnhya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara, tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada Allah Taala.
Adapun ciri-ciri ilmu yang tidak bermanfaat di dalam diri seseorang:
  1. Ilmu yang diperoleh hanya di lisan bukan di hati.
  2. Tidak menumbuhkan rasa takut pada Allah.
  3. Tidak pernah kenyang dengan dunia bahkan semakin bertambah semangat dalam mengejarnya.
  4. Tidak dikabulkan doanya.
  5. Tidak menjauhkannya dari apa-apa yang membuat Allah murka.
  6. Semakin menjadikannya sombong dan angkuh.
  7. Mencari kedudukan yang tinggi di dunia dan berlomba-lomba untuk mencapainya.
  8. Mencoba untuk menyaing-nyaingi para ulama dan suka berdebat dengan orang-orang bodoh.
  9. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran.
  10. Mengatakan orang lain bodoh, lalai dan lupa serta merasa bahwa dirinya selalu benar dengan apa-apa yang dimilikinya.
  11. Selalu berburuk sangka terhadap orang-orang yang terdahulu.
  12. Banyak bicara dan tidak bisa mengontrol kata-kata.
Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata, “Di saat sekarang ini, manusia boleh memilih apakah dia itu ridha untuk dikatakan sebagai seorang ulama di sisi Allah ataukah dia itu tidak ridha kecuali disebut sebagai seorang ulama oleh manusia di masanya. Barang siapa yang merasa cukup dengan yang pertama, maka dia akan merasa cukup dengan itu… Barang siapa yang tidak ridha kecuali ingin disebut sebagai seorang ulama di hadapan manusia, maka jatuhlah ia (pada ancaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam),
من طلب العلم ليباهي به العلماء أو يماري به السفهاء أو يصرف وجوه الناس إليه فليتبوأ مقعده من النار
Artinya: “Barang siapa yang menuntut ilmu untuk menyaing-nyaingi para ulama, mendebat orang-orang bodoh atau memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya, maka dia itu telah mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” (*)
*) Dengan Lafaz yang seperti ini, penulis belum menemukannya dengan sanad yang shahih. Akan tetapi, terdapat lafaz yang mirip dengannya di Sunan At-Tirmidzi No. 2653 dengan sanad yang hasan, yaitu:
من طلب العلم ليجاري به العلماء أو ليماري به السفهاء أو يصرف به وجوه الناس إليه أدخله الله النار
***
اللهم إني أسألك علما نافعا و رزقا طيبا و عملا متقبلاز آمين
Maraji’:
  1. Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf oleh Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali, Dar Al-Basya’ir Al-Islamiah
  2. Shahih Muslim, Dar As-Salam
  3. Sunan At-Tirmidzi, Maktabah Al-Ma’arif
***
Penulis: Ustadz Said Yai Ardiansyah (Mahasiswa Fakultas Hadits, Jami’ah Islamiyah Madinah, Saudi Arabia)
Artikel www.muslim.or.id


Surat Cinta Tuk JIwa ✿,✿




Surat ini kutujukan untuk diriku
sendiri serta sahabat-sahabat
tercintaku yang insyaAllah tetap
mencintai Allah dan RasulNya di atas
segalanya, kerana hanya
cinta itu yang dapat mengalahkan
segalanya, cinta hakiki yang membuat
manusia melihat segalanya dari sudut
pandangan yang berbeda, lebih bermakna
dan indah.


Surat ini kutujukan untuk hatiku dan
hati sahabat-sahabat tercintaku yang
kerap kali terisi oleh cinta selain
dariNya, yang mudah sekali terlena
oleh indahnya dunia, yang terkadang
melakukan segalanya bukan keranaNya,
lalu di ruang hatinya
yang kelam merasa senang jika dilihat
dan dipuji orang, entah di mana
keikhlasannya. Maka saat merasakan
kekecewaan dan kelelahan kerana
perkara yang dilakukan tidak
sepenuhnya berlandaskan keikhlasan,
padahal Allah tidak pernah menanyakan
hasil. Dia akan melihat kesungguhan
dalam berproses.

Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku
serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku
yang mulai lelah menapaki jalanNya
ketika seringkali mengeluh, merasa
dibebani bahkan terpaksa untuk
menjalankan tugas yang sangat mulia.
Padahal tiada kesakitan, kelelahan
serta kepayahan yang dirasakan oleh
seorang hamba melainkan Allah akan
mengampuni dosa-dosanya.

Surat ini kutujukan untuk ruh-ku dan
ruh sahabat-sahabat tercintaku yang
mulai terkikis oleh dunia yang menipu,
serta membiarkan fitrahnya tertutup
oleh maksiat yang dinikmati, lalu di
manakah kejujuran diletakkan? Dan kini
terabailah sudah nurani yang bersih,
saat ibadah hanyalah sebagai rutin
belaka, saat jasmani dan fikiran
disibukkan oleh dunia, saat wajah
menampakkan kebahagiaan yang penuh
kepalsuan. Coba lihat disana! Hatimu
menangis dan meranakah?

Surat ini kutujukan untuk diriku dan
diri sahabat-sahabat tercintaku yang
sombong, yang terkadang bangga pada
dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun
yang membuat kita lebih di hadapanNya
selain ketakwaan. Padahal kita
menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan
merasakan mati, namun kita masih
bergulat terus dengan kefanaan.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan
hati sahabat-sahabat tercintaku yang
mulai mati, saat tiada getar ketika
asma Allah disebut, saat tiada sesal
ketika kebaikan berlalu begitu sahaja,
saat tiada rasa takut padaNya ketika
maksiat dilakukan, dan tiada merasa
berdosa ketika menzalimi diri sendiri
dan orang lain.

Akhirnya surat ini kutujukan untuk
jiwa yang masih memiliki cahaya
meskipun sedikit, jangan biarkan
cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan
cahaya itu hingga ia dapat menerangi
wajah-wajah di sekeliling, memberikan
keindahan Islam yang sesungguhnya
hanya dengan kekuatan dariNya "
Ya..Allah yang maha membolak-balikkan
hati, tetapkan hati ini pada agamaMU,
pada taat kepadaMu dan dakwah di
jalanMu "

Wallahualam bisshawab
View Image

Semoga dapat membangkitkan iman yang
sedang mati atau jalan di tempat,
berdiam diri tanpa ada sesuatu
amalanpun yang dapat dikerjakan.
Kembalikan semangat itu sahabat-
sahabat tercintaku.. ... Ada Allah dan
orang-orang beriman yang selalu
menemani di kala hati "lelah".


Senin, 20 Desember 2010

S.A.H.A.B.A.T




 






 



Arti Sahabat
Kalau ada pertanyaan tentang apa sih arti seorang sahabat, coba baca ini :

Kamu tau arti sahabat, apa berbedaanya dengan teman ?
Sahabat adalah orang yang paling dipercaya, yang bisa diajak cerita tentang masalah kita, yang ada di saat kita butuh atau bahkan saat kita tidak butuhpun sahabat ada disamping kita untuk menemani kita. Seorang sahabat sejati sulit sekali untuk kita cari atau kita jumpai, karena mencari sabat sejati itu memang bener-bener sangat sulit.

Teman adalah seseorang yang kita kenal dan seseorang yang bisa kita jumpai disaat tertentu atau tidak selamanya kita jumpai. Mencari teman itu mudah bahkan sangat mudah, kita cuma menemui orang yang tidak kita kenal, lalu mengajaknya kenalan, ketika sudah kenal maka ia sudah bisa kita anggap sebagai teman.

Sahabat adalah seseorang yang kalau kita lagi sedih ia bisa membuat kita tersenyum sementara ketika kita senang dia akan lebih senang dari kita. Yap, rasanya nggak terlalau berlebihan kalau keberadaan seorang sahabat emang sangat istimewa, Ia menjadi zat penting yang memberi warna dalam kehidupan kita. So, punya sahabat bukan lagi sebuah keharusan melainkan kebutuhan, pasti anda setuju bukan? Nah buat kamu yang sampai detik ini belum menemukan seseorang yang cocok intuk menjadikan sahabat, coba deh lebih keras lagi berusaha mencarinya. Punya sahabat itu ga ada ruginya, malah akan lebih banyak rezeki he…, sebab sekali lagi sahabat membuat hari-hari anda akan lebih hidup dan bermakna. Ga percaya, kalo gitu coba deh baca point-point berikut, dijamin kamu akan termotivasi untuk mencari sebanyak-banyaknya. Itu pun kalau kamu bisa menyimaknya bukan sekadang baca doang.

Sahabat itu teman curhat, ngga ada istialh stress ketika dirundung masalah, seberat apapun masalah itu kalau kita punya sahabat. Dalam hal ini sahabat bisa menjadi tempat berbagi cerita, teman curhat, yang nyaman. Kita bisa ngungkapin semua perasaan kita selain kepada keluarga (kalau jauh dari keluarga) atau pacar (sebaiknya jangan) yaitu kepada sahabat kita. Sahabat itu adalah dewa penolong. Butuh bantuan, butuh pertolongan kenapa engga lari ke sahabat. Siapa tau dia bisa bantu, bisa kasih solusi, atau paling tidak sekedar opini. Tapi bukan berarti setiap masalah harus lari ke sahabat, yang paling baik dan utama adalah dengan menyelesaikannya dengan sendiri, baru ke keluarga terus orang terdekat yaitu sahabat dan tidak lupa minta kepada yang di atas. Belajar mandiri ceritanya.

Sahabat itu orang yang yambung diajak ngobrol, enak diajak diskusi, teman berbincang yang menyenangkan dan semua itu akan tercapai manakala kamu bisa saling mengenal kepribadiannnya masing-masing (takut orangnya suka ngomongin rahasia orang, gawat men…), Sahabat itu orang yang dengan kelapangan hatinya bisa mengerti kita, dengan keterbukaan tangannya bisa menerima kita apa adanya, tanpa pernah berusaha mempengaruhi apalagi mengubah keadaan kita.

Sahabat itu cermin bagi diri kita, rujukan tempat kita mengekspresikan diri. Sahabat itu seperti tubuh, bila tubuh kita salah satu sakit, maka yang lain akan merasa sakit. Misalnya kalau kaki kita terantuk batu, pasti dengan mulut refleks akan bilang “aduh”, tangan langsung mengusap dan mengobatinya, tanpa diminta dan tanpa disuruh, begitu juga seorang sahabat dia akan punya kesadaran diri kalau sahabatnya sedang dalam kesulitan, dan itu dilakukan atas dasar keikhlasan bukan paksaan apalagi pamrih, ya seperti tubuh kita yang sakit tadi.

Kalau begitu, siapa sahabat kamu?

Hidayah itu ...






Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Hidayah, betapa mahalnya ia jika dibicarakan dalam rentang hidup anak manusia. Terlebih jika hidayah itu datang secara tiba-tiba, tanpa ada rencana dan tidak ada proses untuk mendapatkan yang direka. la begitu saja datang lalu tergetarlah episod hidup yang penuh dengan taburan cahaya.


Hidayah Allah SWT itu tidak diberikan kepada manusia berdasarkan kedudukan, keluarga, pangkat, dan harta mereka. Melainkan hidayah dan cahaya Allah itu diberikan kepada orang yang dikehendaki oleh-Nya dan berhak untuk menerimanya. Hidayah Allah dikerahkan bagi orang yang memang ingin mencarinya dan gemar untuk mendapatkannya.



Siapa saja yang ditunjukkan oleh Allah sebuah hidayah di dalam hatinya, kemudian dia berjuang dengan sungguh-sungguh di jalan Allah, dia rela Allah sebagai Tuhannya, dan menjadikan Allah sebagai tujuannya, maka keredhaan-Nya telah dipancarkan ke dalam matanya dan Allah memberikannya
suatu petunjuk.


Untuk mencapai hidayah itu bukan hanya dengan banyak beribadah, tetapi harus disertai dengan keimanan dalam hati. Bukanlah iman kalau hanya dengan menyendiri dan berangan-angan, tetapi iman adalah yang bersemayam di dalam hati dan direalisasikan dengan amal perbuatan. Kebanyakan orang yang ahli ibadah zaman sekarang ini salah persepsi ketika mereka mengira bahawa jalan untuk mencapai hidayah adalah dengan banyak beribadah. Sehingga, mereka mengada-adakan suatu ibadah yang tidak diajarkan oleh Allah dalam syari'atnya.



Sesungguhnya Allah mengetahui bahawa di dalam hatimu ada keinginan untuk
mendapatkan hidayah dan juga mengetahui apa yang tersembunyi di balik jiwamu bahawa kamu menginginkan-Nya. Kalau kamu bersungguh-sungguh mencari hidayah, pastilah Allah akan membukakan dan memberikan untukmu sesuatu yang tidak terlintas dalam hatimu. Janganlah di dalam kehidupan ini kamu kikir memberikan kemudahan, ilham, bimbingan, pemberian, cahaya dan keberkahan. Sesungguhnya Allah akan mendatangkan hidayah dari salah satunya.


Inilah keinginan yang besar dan keinginan yang sesungguhnya, yang tidak akan dapat ditandingi oleh keinginan untuk mendapatkan kemewahan dunia. Sesungguhnya, semua keinginan itu akan terlihat murah kalau dihadapkan dengan keinginan yang mulia untuk mendapatkan hidayah. Dan hanya orang-orang rugi yang tidak ingin menggenggamnya erat-erat setelah mendapatkannya.... FIKIRKANLAH!


View Image

Allah,

Sangat dekat dengan kita
bahkan lebih dekat dengan urat leher kita



Adakah kau mengerti
tiap desah nafas adalah kasih sayang-Nya



Dia telah memanggilmu,

menegurmu dengan sangat dekat
memberimu surat cinta untuk dibaca



Jika selangkah saja kau dekat pada-Nya
Dia akan mendekatimu seribu langkah....


Segala yang baik datang dari Allah dan yang buruk adalah akibat kejahilan saya sendiri.




~~ PadaMU ya ALLAH ~~



Ya Allah... ya Tuhan ku...
Demi Engkau ya Allah....
Aku seru Engkau...
Dimanakah lagi dapat kutemui cinta sejati.... kecuali pada cinta wajah Mu
Kemanakah lagi hati ini harus berlabuh.... kecuali pada kasih sayang Mu
Kemanakah lagi kan ku hadapkan diri ini.... kalau tidak didalam naungan belas kasehan Mu
Ya Allah.... ya Tuhan ku...
Aku seru Engkau....
Jadikanlah hati yang lemah ini..
Agar bertambah kukuh hanya pada-Mu
Jadikanlah hati yang lemah ini...
Agar bergantung hanya pada Mu
Jadikanlah hati yang lemah ini...
Penuh terukir cahaya nama Mu
Ya Allah....ya Tuhan ku...
Aku seru Engkau...
Dengarkanlah dan saksikanlah jeritan kata2 hati ku ini...
Aku mohon redha atas segenap keputusan-Mu
Aku mohon kekuatan diatas segala rahmat naungan Mu
Aku mohon keampunan sebanyak nafas yang berlalu
Aku mohon kesejukan setelah matiku...
kenikmatan memandang wajah-Mu
Dan kerinduan untuk berjumpa dengan-Mu
Ya Allah ... ya Tuhan ku...
Demi Engkau yang maha Agung lagi maha Mendengar!
Ampunilah diri yang lemah dan daif ini ...
Penuhilah kehinaan ini dengan keindahan maghfirah-Mu
Demi segal sifat kaseh sayang Mu.....Amin

Minggu, 19 Desember 2010

☆.★ “Sahaßat seJat!” ★.☆

 
Terdapat dua orang sahabat baik bernama John dan Andy. Mereka dari kecil telah bermain bersama, sekolah bersama, melakukan kenakalan bersama, pada dasarnya hampir segala sesuatu mereka lakukan secara bersama. Pada saat mereka memasuki umur remaja pecahlah perang dunia ke-2. Pemuda-pemudi yang tangguh diwajibkan untuk ikut wajib militer membela negaranya, tidak terkecuali John dan Andy. Mereka mendapat pangkat letnan dua dan ditugaskan di garis depan medan perang.
Pada suatu pagi berkabut hendak dilakukan serangan mendadak menuju tempat musuh dipimpin oleh kapten mereka. Pada saat mereka mengendap-endap menuju tempat musuh mentari pagi bersinar dengan cerahnya dan menghapus kabut yang menyelubungi mereka. Kontan musuh yang melihat mereka segera menembak dengan membabi- buta. Maka lari tunggang-langganglah mereka semua termasuk John dan Andy.
Sesampainya mereka semua dimarkas ternyata John tidak ada, maka dengan segera Andy meminta ijin pada kaptennya untuk kembali ke wilayah musuh mencari John. Namun sang kapten menolak sambil berkata,” Untuk apa kau kembali lagi kesana, mungkin dia sudah mati dan kaupun bakal tertembak musuh.” Namun Andy tidak menghiraukan perintah tersebut dan tetap kembali untuk mencari John.
Selang setengah jam kemudian Andy kembali dengan berlumuran darah sendirian. Sang kaptenpun marah besar,” Apa kubilang, John tidak kembali dan kaupun tertembak. Sungguh sia-sia” kata sang kapten. “Tidak sia-sia, karena aku mendengar kata-kata terakhirnya,” kata Andy. “Omong kosong,” kata sang kapten sambil berlalu.
Namun karena rasa ingin tahu sang kapten maka dia kembali lagi ke tempat Andy dan bertanya,” Memangnya apa yang dia katakan, sampai kau rela mempertaruhkan nyawamu?”. “Saya tahu kau pasti akan kembali mencariku,” itulah kata-kata terakhirnya dan dia mengatakannya sambil tersenyum dengan puas.
Memang tidak mudah untuk mencari sahabat sejati, karena kita tidak akan pernah bisa menebak isi hati dan pikiran orang lain. Bahkan seorang ibu pun tidak bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran anaknya walaupun dia yang melahirkan tubuh anaknya.
Sebaliknya teman begitu mudah untuk dicari namun hal itu tidaklah kekal. Mereka akan bersama Anda saat ada kepentingan dan di saat sedang ada kegembiraan, namun saat giliran duka sedang menaungi Anda mereka satu demi satu akan meninggalkan Anda. Disinilah kita bisa mengetahui siapa sahabat sejati Anda.
Namun sahabat janganlah Anda uji, karena dia telah memberi tempat khusus di hatinya untuk Anda, saat diuji maka Anda akan kehilangan tempat tersebut. Biarlah seleksi alam yang menentukan siapa sahabat sejati Anda, saat Anda sedang jatuh dia akan tetap bersama Anda, saat dia sedang kesulitan Anda akan menolongnya tanpa pamrih. Bila Anda telah menemukannya Anda harus menjaga berlian tersebut baik-baik karena Anda mungkin tidak akan menemukan berlian yang lain.
Saya sering mendengar dan membaca cerita bahwa persahabatan putus karena masalah uang dan cinta, dan saya sering tertawa setelah mendengar / melihatnya karena menurut saya itu adalah omong kosong. Seorang sahabat sejati tidak akan menukar hati sahabatnya dengan uang bahkan untuk wanita/pria sekalipun, bahkan bila mereka telah berkeluarga tetap akan saling kontak.
Tidak ada teori tetap yang bisa merumuskan seorang sahabat sejati untuk Anda, namun bila saatnya tiba Anda akan mengetahui dengan sendirinya. Seperti sebuah pepatah cina yang menyebutkan ‘bisa bertemu merupakan jodoh’.
Tentunya bukan dalam konteks cowo-cewe, bisa saja antar cowo maupun antar cewe dan belum tentu harus kawin dan saling menyukai, bisa saja seorang sahabat sejati justru adalah rival Anda, dia akan banyak bergesekan dengan Anda tapi hal tersebut justru membuat Anda makin sering bersua dengannya, berkompetisi sehingga saling memajukan, dan kembali ke ciri klasik bahwa dialah yang akan menolong Anda saat sedang jatuh walaupun terkadang rival Anda ini terlalu angkuh tuk mengakuinya.
Semoga Anda mampu menemukan sahabat sejatimu Ingatlah selalu bahwa sahabat sejati layak untuk diperjuangkan
 
View Image